Diabetesi Tak Boleh Makan Nasi? Ini Jawaban Sesungguhnya!

 

KETIKA menderita diabetes, maka pola makan benar-benar harus dijaga. Tetapi, benarkah seorang penderita diabetes tidak boleh makan nasi?

Banyak yang bilang, ketika menderita diabetes seseorang tidak boleh makan nasi. Tapi, apakah hal tersebut sebuah fakta? atau hanya sebuah mitos? Berikut jawabannya berdasarkan lembar fakta yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI.

Mitos: Penyandang diabetes dapat makan gandum tetapi tak dapat makan nasi

Faktanya tidak benar. Baik gandum maupun nasi mengandung kadar karbohidrat (-70%) dan indeks glikemi yang sama. Keduanya meningkatkan kadar gula secara sama. Dengan porsi terbatas, keduanya dapat dikonsumsi.

Mitos: Penyandang diabetes tak dapat makan permen atau cokelat

Faktanya, dengan diet tepat dan olahraga, penyandang diabetes dapat makan makanan manis seperti permen, es krim ataupun kue-kue. Kuncinya adalah porsi kecil, dan hanya makan jika ada acara istimewa.

Mitos: Penyandang diabetes tak dapat makan makanan dengan starch seperti pasta, roti, kentang dan mi

Faktanya, starch adalah sejenis tepung atau bagian dari bahan pangan yang berfungsi alami mengawetkan. Mie dan pasta biasanya mengandung starch, begitupun kentang.

Orang dengan diabetes boleh saja mengonsumsi bahan pangan mengandung starch dengan porsi kecil. Roti gandum cokelat, sereal, pasta, nasi, kentang, talas, jagung dan kacang polong bisa dikonsumsi sebagai makanan utama.

Penderita diabetes dapat makan makanan berkarbohidrat seperti buah, kacang-kacangan, susu, yoghurt dan permen dengan porsi tertentu sesuai anjuran dokter, ahli gizi dan tenaga kesehatan lain. Kuncinya adalah mengenali kadar karbohidrat dalam makanan, lalu sesuaikan jenis makanan dan porsi yang dikonsumsi.

Leave a Comment