Anak Demam? Jangan Kompres dengan Air Dingin atau Panas

Salah satu masalah yang paling merisaukan orang tua, terutama ibu, adalah ketika anak kesayangan dalam kondisi demam.

Jika sudah begitu, semua pekerjaan akan terbengkalai karena anak lebih membutuhkan perhatian orang tua.

Biasanya orang tua akan membawa anak ke klinik untuk mendapatkan perawatan. Namun ada juga orang tua yang memilih cara murah untuk meredakan demam pada anak.

Mengompres kepala anak dengan air dingin atau air panas/hangat adalah cara yang banyak ditempuh para orang tua dalam menurunkan demam.

Namun begitu, ada sebuah saran dari dokter yang melarang para orang tua agar tidak mengompres anak dengan air dingin atau air panas/hangat ketika demam.

Menurut Dr Abdul Rahman Abdul Kadir di laman Facebooknya, demam adalah satu kondisi yang sudah biasa dialami oleh anak-anak.

Demam biasanya adalah satu respons normal dari tubuh terhadap infeksi kuman berupa virus, bakteri dan sebagainya.

Namun demam yang tinggi sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kejang yang bisa merusak otak. Demam tinggi juga akan menyebabkan anak-anak tidak nyaman dan rewel.

Salah satu cara mudah menurunkan demam selain memberikan obat paracetamol adalah dengan memakaikan baju lengan pendek dan tipis pada anak.

Hal itu bertujuan agar hawa panas dengan mudah terbebas dari tubuh sang anak.

Selain itu, banyak juga yang menyarankan orang tua melakukan kompres pada kepala anak secara berkala dengan handuk basah.

Cara ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat, seperti apakah perlu menggunakan handuk basah yang dingin ataupun panas/hangat.

Jawaban untuk masalah ini terbagi dua. Ada yang bilang menggunakan handuk basah dingin, tapi ada pula yang menyarankan handuk basah panas/hangat.

Pandangan yang lebih tepat untuk pertanyaan ini adalah gunakan handuk yang direndam dalam air pada suhu kamar. Artinya, gunakan air keran biasa saja.

Air yang panas/hangat justru akan menyebabkan suhu tubuh anak yang demam makin meningkat.

Sementara air dingin akan menyebabkan lubang pori dan saluran darah perifer menyusut. Hal ini akan menyebabkan panas terperangkap di dalam tubuh.

Jadi, gunakan saja air pada suhu kamar dan jaga suhu kamar pada suhu yang sejuk (tidak terlalu panas maupun dingin).

Sebab, suhu kamar yang sejuk akan membantu menurunkan suhu badan melalui metode konveksi dan penguapan.

Jika terpaksa menggunakan air hangat untuk mengompres anak karena anak tidak tahan dingin, gunakan air yang bersuhu suam kuku.

Kesimpulannya, hindari mengompres anak yang demam dengan air panas maupun air dingin, apalagi es.

Tidak perlu menggunakan plester penurun demam yang banyak dijual di toko obat atau apotek. Sebab, sampai sekarang plester penurun demam itu tidak berbukti efektif menurunkan demam.

Semoga bermanfaat.



Leave a Comment