Alasan Ilmiah Mengapa Islam Larang Makan dan Minum Sambil Berdiri

Pernahkah Anda makan dan minum secara berdiri di dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin pernah ya.

Apalagi di zaman sekarang, pesta pernikahan atau acara resmi di kantor-kantor biasanya digelar secara standing party, alias makan sambil berdiri.

Tahukah Anda terdapat larangan makan dan minum sambil berdiri di dalam Islam? Namun sebagian Muslim tidak peduli.

Larangan ini malah dipandang sepi dan dikritik oleh mereka. Di dalam Islam selalu ada yang namanya panduan dan adab yang meliputi seluruh tata cara kehidupan manusia.

Misalnya, adab menuntut ilmu, adab terhadap orangtua, adab pernikahan. Begitu pula Islam juga telah mengatur adab ketika orang makan dan minum.

Ada sebuah hadis yang menerangkan perihal larangan makan dan minum secara berdiri yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Petikan hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim dan Turmidzi:

Dari Anas dan Qatadah, sesungguhnya Rasulullah melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah bertanya, "Bagaimana dengan makan?" Rasulullah menjawab, "Itu lebih buruk lagi."

Larangan makan dan minum sambil berdiri dari Rasulullah ini selaras dengan perpesktif ilmu kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter bernama Dr. Abdul Razzak Al-Kailani, terkait reaksi terhadap makan dan minum secara berdiri adalah:

"Sesungguhnya makan dan minum dalam keadaan duduk lebih baik dari segi kesehatan, lebih aman, lebih kenyang. Saat makan sambil duduk, makanan dan minuman akan melalui dinding perut dengan perlahan-lahan.

"Sementara minum berdiri menyebabkan makanan dan minuman akan jatuh lagsung ke dasar perut dengan cepat dan akan menabrak lapisan perut.

"Kalau hal ini sering terjadi dan dalam jangka panjang, itu akan menyebabkan perut menjadi longgar dan jatuh, sehingga menyebabkan minuman susah untuk dicerna. Begitu juga dengan makanan."

Menurut Dr. Kailani, makan dalam posisi duduk akan membuat sistem saraf dan sistem otot dalam keadaan tenang dan menjadi aktif. Selain itu, sistem pencernaan akan bertambah kemampuannya untuk menerima makanan dan minuman.

Pandangan ini turut didukung oleh Dr. Ibrahim Ar-Rawi yang membuat penelitian terhadap sistem saraf dan sistem otot.

Dalam penjelasannya, Dr. Ibrahim mengatakan, "Ketika seseorang berdiri, ototnya menjadi tegang dan pada saat yang sama sistem keseimbangan pada sistem saraf pusat (central nervous system) dalam kondisi terlampau aktif mengontrol semua otot, untuk melakukan proses balancing dan berdiri tegak.

"Ini adalah proses gabungan antara sistem saraf dan sistem otot dalam satu waktu yang menyebabkan manusia tidak mampu mengontrol keduanya untuk istirahat.

"Kondisi otot yang istirahat adalah syarat yang terpenting ketika makan dan minum. Kondisi ini hanya ada ketika seseorang dalam posisi duduk.

"Karena bila duduk maka sistem saraf dan sistem otot dalam kondisi tenang akan menjadi aktif serta sistem pencernaan akan bertambah kemampuannya untuk menerima makanan dan minuman. Dengan begitu tubuh akan menyerap makanan dan minuman dengan cara yang benar."



Leave a Comment