Air Liur Bisa Prediksi Kematian

 

Kita mungkin akan merasa jijik dengan air liur. Namun tahukah, air liur ternyata memiliki peran penting dalam hidup manusia.

Air liur mengandung bakteri yang sama yang ditemukan di usus. Selain itu air liur juga mengandung senyawa kuat untuk melawan kuman dan menyembuhkan luka - sebuah alasan mengapa kita secara naluriah akan memasukkan jari di mulut jika terluka atau tergores.

 

"Air liur adalah substansi yang luar biasa. Mungkin 99 persen berupa air, tetapi air liur jauh lebih dari itu," kata Gordon Proctor, seorang profesor biologi air liur di King College, London.

 

Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat air liur punya kemampuan luar biasa dalam memprediksi penyakit mematikan.

 

University of California, Los Angeles baru-baru ini mengumumkan telah mengembangkan alat penguji air liur yang bisa memprediksi penyakit kanker paru-paru stadium awal, sebelum dapat dideteksi melalui tes darah.

 

Alat tersebut akan menguji air liur dengan mencari fragmen DNA tumor dari setetes air liur. Hebatnya lagi, hasilnya dapat diketahui hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

 

Sebelumnya, air liur juga digunakan untuk mengetahui apakah seseorang mengidap infeksi seperti virus papiloma (terkait dengan kanker serviks) dan memonitor sebuah penyakit seperti diabetes.

 

Namun sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS One pada Desember tahun lalu menghasilkan penemuan yang sangat menarik.

 

Dikatakan dalam penelitian ilmiah yang dibuat oleh Public Library of Science di University of Birmingham itu bahwa kadar antibodi yang ditemukan pada air liur akan jauh berkurang ketika seseorang akan meninggal dunia.

 

Para peneliti mengukur kadar antibodi yang dikenal sebagai A (IgA) pada 639 orang dewasa selama 19 tahun. Antibodi tersebut dihasilkan oleh sel darah putih untuk melawan infeksi yang menyerang tubuh.

 

Kendati demikian, Dr Anna Phillips, seorang psikolog kesehatan di University of Birmingham, yang memimpin penelitian, mengatakan bagaimana air liur dapat digunakan untuk memprediksi kematian masih harus diteliti lebih lanjut.

 

"Kita perlu memahami lebih lanjut tentang sampai berapa kadar sekresi antibodi akan dianggap memprihatinkan. Tapi yang pasti hal itu akan menjadi indikator awal yang berguna dalam memprediksi risiko kematian," jelas Dr Anna.

 

Sumber: Daily Mail)

Leave a Comment